PUSAT DATA DAN INFORMASI

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

 

1. Layanan Jaringan

Koneksi jaringan komputer baik publik maupun privat (private network) yang berbasis protokol TCP/IP.

 

2. Layanan Collocation

Layanan penitipan tempat untuk meletakan server yang dipergunakan untuk hosting

 

3. Layanan Hosting

Jasa internet untuk membuat halaman website yang telah dibuat menjadi online dan bisa diakses publik.

 

4. Video Conference

Layanan telekomunikasi interaktif melalui audio dan video

 
Kumpulan data infografis yang dibuat oleh Pusat Data dan Informasi, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

e-office di Kementerian Kesehatan

Dipublikasikan Pada : MON, 02 NOV 2015, Dibaca : 1.196 Kali

e-Office Kementerian Kesehatan


Menurut Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN dan RB), Reformasi Birokrasi pada hakikatnya merupakan upaya untuk melakukan pembaharuan dan perubahan mendasar terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan terutama menyangkut aspek-aspek kelembagaan (organisasi), ketatalaksanaan (business process) dan sumber daya manusia aparatur.

Berbagai permasalahan/hambatan yang mengakibatkan sistem penyelenggaraan pemerintahan tidak berjalan atau diperkirakan tidak akan berjalan dengan baik harus ditata ulang atau diperharui. Reformasi birokrasi dilaksanakan dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Dengan kata lain, reformasi birokrasi adalah langkah strategis untuk membangun aparatur negara agar lebih berdaya guna dan berhasil guna dalam mengemban tugas umum pemerintahan dan pembangunan nasional. Selain itu dengan sangat pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi informasi dan komunikasi serta perubahan lingkungan strategis menuntut birokrasi pemerintahan untuk direformasi dan disesuaikan dengan dinamika tuntutan masyarakat.

E-office  merupakan bentuk pemanfaatan teknologi informasi untuk mendukung reformasi birokrasi dengan menerapkan prinsip transparansi, akuntabilitas, serta prosedur dan mekanisme kerja yang efektif. Kementerian Kesehatan mulai mengimplementasikan e-office semenjak tahun 2012 dimana awalnya dilakukan di lingkungan Pusat Data dan Informasi. Pada tahun-tahun berikutnya e-office terus dikembangkan sesuai kebutuhan dan peraturan baru yang berlaku.

Pada Tahun 2014, e-office difokuskan pada penyusunan dan perbaikan Modul Kehadiran, Modul Perjalanan Dinas, dan Modul Rekapitulasi Kepegawaian. Dalam rangka mendukung data kehadiran datang dan pulang dengan menggunakan sidik jari disediakan 7 Mesin Rekam Kehadiran (1 di gedung Prof. Sujudi, 3 di  lobby A Gedung Adhyatma dan 3 di Lobby C Gedung Adhyatma). Dengan adanya aplikasi e-office, pengelola administrasi dapat melihat kehadiran, kedisiplinan, besaran tunjangan kinerja menurut data kehadiran, besaran uang makan per individu, cuti dan lain sebagainya terkait kepegawaian. E-office mempermudah administrasi dan meningkatkan efektifitas khususnya untuk administrasi kepegawaian. Penggunaan aplikasi berbasis website juga memudahkan dalam hal aksesibilitas aplikasi e-office.

Pada Tahun 2015, seluruh unit di lingkungan Sekretariat Jenderal dan Direktorat Jenderal Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak telah menggunakan aplikasi e-office yang dikelola oleh Pusat Data dan Informasi. Pada tahun ini, e-office juga dilakukan pengembangan dengan melakukan revisi pada modul kehadiran untuk memfasilitasi pegawai dengan jam kerja di luar jam kerja kantor biasa atau menggunakan shift dan penambahan modul penggunaan ruang rapat.

Informasi Terkait Lainnya