PUSAT DATA DAN INFORMASI

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

 

1. Layanan Jaringan

Koneksi jaringan komputer baik publik maupun privat (private network) yang berbasis protokol TCP/IP.

 

2. Layanan Collocation

Layanan penitipan tempat untuk meletakan server yang dipergunakan untuk hosting

 

3. Layanan Hosting

Jasa internet untuk membuat halaman website yang telah dibuat menjadi online dan bisa diakses publik.

 

4. Video Conference

Layanan telekomunikasi interaktif melalui audio dan video

 
Kumpulan data infografis yang dibuat oleh Pusat Data dan Informasi, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

Pertemuan Nasional Pemutakhiran Data Kesehatan Tahun 2016

Dipublikasikan Pada : WED, 25 MAY 2016, Dibaca : 2.265 Kali
Data dan informasi kesehatan diperoleh melalui penyelenggaraan sistem informasi kesehatan, baik dari  fasilitas pelayanan kesehatan, unit-unit kesehatan lainnya, sektor terkait, maupun dari hasil berbagai survei. Sistem Informasi Kesehatan diharapkan dapat menghasilkan data dan informasi kesehatan yang lengkap, akurat, dan terkini sehingga dapat dimanfaatkan dalam pengambilan keputusan/kebijakan bidang kesehatan di kabupaten/kota, provinsi, dan pusat.

Desentralisasi di bidang kesehatan membawa implikasi terhadap meningkatnya kebutuhan akan data dan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan di daerah. Wewenang dan peran pemerintah daerah baik di provinsi maupun kabupaten kota menjadi lebih besar termasuk dalam pengelolaan data dan informasi. Namun di sisi lain pengumpulan data kesehatan dari kabupaten/kota untuk menyusun data provinsi dan selanjutnya dikompilasi menjadi data nasional menjadi lebih sulit. Buku Profil Kesehatan sebagai salah satu publikasi data dan informasi diharapkan dapat menyediakan data yang mendukung pengambilan keputusan baik di daerah maupun di pusat.
 
Pengumpulan data dan informasi kesehatan perlu dilaksanakan mulai dari tingkat kab/kota hingga ke pusat. Salah satu cara yang ditempuh untuk mengumpulkan data dilakukan melalui Pertemuan Pemutakhiran Data Kesehatan Tahun 2016 yang dilaksanakan di Yogyakarta pada tanggal 17 sampai dengan 20 Mei 2016.

Kepala Pusat Data dan Informsi dr. Pattiselanno Roberth Johan, MARS yang memberikan arahan kepada peserta dalam pertemuan ini. Pertemuan ini dihadiri oleh beberapa narasumber dari luar Kementerian Kesehatan yaitu Dr. Ike Anggraeni (FKM UI) yang menyampaikan materi Pemanfaatan Informasi dalam Menunjang Program Kesehatan, Dr.dr Sabarinah B. Prasetyo, M.Sc (FKM UI) yang menyampaikan materi Pemeringkatan Profil Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota, perwakilan dari BPS pusat yang menghasilkan Hasil SUPAS 2015 mengenai Kematian Ibu dan Anak, perwakilan dari BPS Yogyakarta yang menyampaikan materi Perhitungan Data Penduduk Sasaran Program Kesehatan Kecamatan/Desa serta narasumber-narasumber lain dari internal Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan.

Seluruh peserta yang terlibat merupakan para pengelola data dari Dinas Kesehatan Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Banten, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Maluku, Papua Barat dan Papua serta perwakilan dari unit utama yaitu dari Sekretariat Jenderal Pelayanan Kesehatan, Sekretariat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Sekretariat Jenderal Kesehatan Masyarakat, Sekretariat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Sekretariat Badan Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan, Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan dan Direktorat Pelayanan Kesehatan Primer.

Pada pertemuan ini dilakukan kegiatan desk data baik di level pusat, provinsi, dan kabupaten/kota, menghimpun data dari berbagai sumber baik pusat maupun daerah serta mengidentifikasi permasalahan terkait pengelolaan data dan informasi. Pusat Data dan Informasi akan menindaklanjuti permasalahan, masukan dan saran yang disampaikan para peserta pertemuan seperti melakukan review indikator/variabel pada buku Petunjuk Teknis Penyusunan Profil Kesehatan, melakukan review Aplikasi Komunikasi Data menyesuaikan dengan indikator program yang terkini.

Para perwakilan dari dinas kesehatan provinsi telah membuat kesepakatan untuk melakukan koordinasi yang lebih intesif dengan program dan BPS provinsi dalam penyediaan data sasaran program kecamatan, melakukan percepatan penyelesaian profil kesehatan provinsi dan mendorong kabuapten/kota dalam percepatan penyelesaian profil kesehatan kab/kota, melaksanakan peningkatan kualitas data melalui implementasi PMKDR, cross mapping analysis antar indikator/variabel, need assesment indikator/variabel serta menyampaikan umpan balik hasil Pemeringkatan Profil Kesehatan Kabupaten/Kota dalam rangka memotivasi kabupaten/kota dalam peningkatan kualitas profil kesehatan.

Informasi Terkait Lainnya