PUSAT DATA DAN INFORMASI

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

 

1. Layanan Jaringan

Koneksi jaringan komputer baik publik maupun privat (private network) yang berbasis protokol TCP/IP.

 

2. Layanan Collocation

Layanan penitipan tempat untuk meletakan server yang dipergunakan untuk hosting

 

3. Layanan Hosting

Jasa internet untuk membuat halaman website yang telah dibuat menjadi online dan bisa diakses publik.

 

4. Video Conference

Layanan telekomunikasi interaktif melalui audio dan video

 
Kumpulan data infografis yang dibuat oleh Pusat Data dan Informasi, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

Workshop Penyusunan Plan of Action untuk Interoperabilitas Sistem Informasi Kesehatan

Dipublikasikan Pada : THU, 11 AUG 2016, Dibaca : 1.050 Kali
Tangerang, 10 Agustus 2016
Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI, menyelenggarakan Workshop Penyusunan Plan of Action untuk Interoperabilitas Sistem Informasi Kesehatan di Tangerang pada tanggal 8-10 April 2016. Peserta Workshop berasal dari Unit Utama Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Jawa Timur, dan D.I. Yogyakarta, dan para pengembang sistem informasi kesehatan. Pertemuan ini di buka oleh Kepala Bagian Tata Usaha Pusat Data dan Informasi, drg. Titi Aryati Soenardi, M.Kes, dalam sambutannya beliau mengatakan diperlukan rencana aksi untuk interoperabilitas sistem agar sistem informasi kesehatan dapat berkomunikasi antar satu sama lain sehingga duplikasi data, duplikasi kegiatan, dan tidak efisiennya penggunaan sumber daya dapat dikurangi bahkan dihilangkan.

Dalam rangka menata sistem informasi kesehatan, saat ini telah dirintis berbagai upaya penyusunan kebijakan, regulasi, dan standarisasi serta penguatan sumber daya sistem informasi kesehatan sebagai pondasi sistem informasi kesehatan. Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2014 tentang Sistem Informasi Kesehatan menjadi pijakan dalam penyelenggaraan sistem informasi kesehatan. Pembenahan standarisasi sistem informasi perlu segera dituntaskan, untuk mengatasi kompleksitas sistem informasi kesehatan yang ada melalui interoperabilitas dan interkonektivitas dalam kerangka integrasi sistem informasi kesehatan

Pada workshop ini dihadirkan pembicara yang berasal dari Pusat Data dan Informasi, Sekretariat Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan, Perwakilan WHO, dan salah satu pengembang sistem informasi Puskesmas. Paparan yang didapat dari Pembicara ini diharapkan dapat memberikan gambaran dan pijakan dalam menyusun rencana aksi (Plan of Action) untuk Interoperabilitas Sistem Informasi Kesehatan di Indonesia.

Pada diskusi yang dilakukan dalam workshop ini, dihasilkan identifikasi antara lain : web service dan aplikasi yang saat ini berjalan, regulasi yang telah ada, standar eHealth yang telah diadopsi, pembiayaan, infrastruktur, sumber daya manusia, interoperabilitas yang telah berjalan, faktor kegagalan dalam penerapan eHealth di masa lampau. Setelah dilakukan identifikasi, disusunlah rencana aksi yang yang berisi, pembentukan tim interoperabilitas SIK, pemetaan situasi, identifikasi gap dalam interoperabilitas, penyusunan kebijakan interoperabilitas yang dibutuhkan, penyusunan pedoman atau juknis interoperabilitas, uji coba interoperabilitas, monitoring dan evaluasi, serta review dan perbaikan ke depannya.    

Selain hal tersebut di atas, juga diperlukan pembentukan forum yang mewadahi intistusi pemerintah yang bertanggung jawab terhadap sistem informasi kesehatan dan pengembang sistem informasi kesehatan untuk bekerja sama dalam pengembangan dan memajukan sistem informasi kesehatan di Indonesia.

Pada penutupan workshop, Kepala Bidang Pengembangan Sistem Informasi Pusat data dan Informasi menyatakan bahwa tujuan workshop telah tercapai, Plan of Action untuk Interoperabilitas Sistem Informasi Kesehatan telah dirancang yang selanjutnya akan dilakukan finalisasi oleh tim kecil, serta rencana ke depan untuk mengadakan connectivity marathon (conectathon) jika segala sesuatunya telah siap dilakukan.

Informasi Terkait Lainnya