PUSAT DATA DAN INFORMASI

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

 

1. Layanan Jaringan

Koneksi jaringan komputer baik publik maupun privat (private network) yang berbasis protokol TCP/IP.

 

2. Layanan Collocation

Layanan penitipan tempat untuk meletakan server yang dipergunakan untuk hosting

 

3. Layanan Hosting

Jasa internet untuk membuat halaman website yang telah dibuat menjadi online dan bisa diakses publik.

 

4. Video Conference

Layanan telekomunikasi interaktif melalui audio dan video

 
Kumpulan data infografis yang dibuat oleh Pusat Data dan Informasi, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

Sosialisasi Rancangan Pedoman Sistem Informasi Pencatatan dan Pelaporan Jejaring Puskesmas

Dipublikasikan Pada : THU, 13 OCT 2016, Dibaca : 2.131 Kali
Yogjakarta, 4-7 September 2016
Pelaksanaan assessment terhadap sistem informasi pencatatan dan pelaporan di beberapa klinik (jejaring puskesmas) di 11 provinsi yang dilaksanakan oleh Bidang Pengembangan Sistem dan Informasi sekitar bulan September 2016 menemukan bahwa kegiatan pencatatan masih dilakukan secara manual tetapi sebagian besar pelaporan kepada BPJS dilakukan secara elektronik. Sebagian besar klinik belum melakukan pelaporan ke instansi pemerintah baik Puskesmas ataupun Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Berdasarkan hal tersebut, diperlukan adanya suatu standar yang mengatur sistem pencatatan dan pelaporan jejaring puskesmas khususnya klinik.

Artinya, hal ini perlu untuk disusun Pedoman Sistem Informasi Pencatatan dan Pelaporan Jejaring Puskesmas. Untuk itu, Pada hari Selasa (4/9), Kepala Bidang Pengembangan Sistem Informasi, Bapak Yudianto, MSi  telah membuka kegiatan Sosialisasi Rancangan Pedoman Sistem Informasi Pencatatan dan Pelaporan Jejaring Puskesmas tahun 2016 lokasi di Yogyakarta yang  berlangsung selama 4 hari sejak tanggal 4 sampai dengan 7 September 2016.

Kegiatan Sosialisasi Rancangan Pedoman Sistem Informasi Pencatatan dan Pelaporan Jejaring Puskesmas lokasi Yogyakarta ini diselenggarakan di Hotel Hotel Horison Ultima Riss, Yogyakarta dan diikuti peserta dari 17 Provinsi yaitu Provinsi : DI Yogyakarta, Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, Aceh, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara, DKI Jakarta, Gorontalo, Kalimantan Selatan, Maluku, Sulawesi Tenggara, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Lampung, Nusa Tenggara Timur, 18 kabupaten kota yaitu Kabupaten Sleman, Kota Denpasar, Kota Surabaya, Kota Semarang, Kota Banda Aceh, Kota Bandung, Kota Makassar, Kota Mataram, Kora Gorontalo, Kota Banjarmasin, Kota Ambon, Kota Kendari, Kota Pontianak, Kota Jakarta Selatan, Kota Bandar Lampung, Kota Tangerang Selatan, Kota Kupang, Kota Pangkal Pinang, serta 7 penanggung jawab klinik yang berasal dari 7 provinsi, antara lain: Klinik Maknur Jaya dari Banten, Klinik Pucang Anom Medika dari Jawa Tengah, Klinik Meurasi Lambaro dari Aceh, Klinik Setia Kawan dari Sulawesi Selatan, Klinik Penta Medika dari Bali, Klinik BDS Tebel dari Jawa Timur, dan Klinik Intan dari DI Yogyakarta.

Dalam sambutannya Bapak Kepala Bidang Pengembangan Sistem Informasi menjelaskan bahwa Puskesmas merupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif, untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya di wilayah kerjanya. Puskesmas merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat. Untuk mengoptimalkan fungsi tersebut, Puskesmas harus didukung oleh ketersediaan data dan informasi secara cepat, akurat, terkini, berkelanjutan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Dukungan data dan informasi bagi Puskesmas digunakan sebagai masukan sistem perencanaan dan evaluasi program kegiatan sesuai dengan analisis kebutuhan dalam manajemen penyelenggaraan Puskesmas. Data dan informasi disediakan melalui penyelenggaraan sistem pencatatan dan pelaporan.

Unsur sistem informasi Puskesmas menurut Peraturan Menteri Kesehatan No. 46 Tahun 2016 yaitu pencatatan dan pelaporan puskesmas dan jaringannya, survei lapangan, laporan lintas sektor terkait, dan laporan jejaring fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah kerjanya.

Menurut Permenkes tersebut, fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah kerja Puskesmas wajib menyampaikan laporan data kegiatan dan hasil kegiatan pelayanan kesehatan kepada Puskesmas setempat. Data kegiatan dan hasil kegiatan pelayanan kesehatan paling sedikit terdiri atas data kelahiran, data kematian, data kesakitan dan masalah kesehatan lainnya, dan data kunjungan pelayanan.

Beberapa materi yang disampaikan oleh berbagai nara sumber lintas program dan sektor dalam kegiatan Sosialisasi Rancangan Pedoman Sistem Informasi Pencatatan dan Pelaporan Jejaring Puskesmas adalah Kebijakan Sistem Informasi oleh Kepala Bidang Pengembangan Sistem Informasi (Yudianto, SKM, MSi), Kebijakan Sistem Informasi Puskesmas oleh Kepala Subbidang Arsitektur  Sistem Informasi (Farida Sibuea, MSc.PH), Kebijakan Sistem Informasi Puskesmas dipaparkan oleh perwakilan Direktur Pelayanan Kesehatan Primer, dan Upaya Meningkatkan Kualitas Data dalam Pemanfaatan Data dipaparkan oleh Kepala Bidang Pengelolaan Data dan Informasi (drh. Didik Budijanto, M.Kes).

Pembahasan materi inti adalah Pengalaman Pengelolaan Sistem Informasi di Klinik dipaparkan oleh Penanggung Jawab Klinik Intan Kota Yogya (dr. Asdi Yudiono), Hasil Assessment Sistem Informasi Jejaring Puskesmas dipaparkan oleh Kepala Subbidang Arsitektur  Sistem Informasi (Farida Sibuea, MSc.PH), materi Kebijakan RPMK Klinik oleh Kepala Subdit Klinik, Dukungan Infrastruktur untuk Sistem Informasi Kesehatan Terintegrasi dipaparkan oleh Kepala Bidang Teknologi Informasi. Materi selanjutnya adalah Pengalaman Pembinaan klinik di Kota Yogya yang dipaparkan oleh Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Kota Yogya. Materi inti terakhir adalah Draft Pedoman Sistem Informasi Pencatatan dan Pelaporan Jejaring Puskesmas yang dipaparkan oleh Kepala Subbidang Standarisasi Sistem Informasi. Kemudian dilanjutkan oleh diskusi kelompok dan penyajian hasil diskusi kelompok oleh perwakilan tiap-tiap kelompok tentang masukan dan pendapatnya pada instrument assessment sistem informasi pencatatan dan pelaporan jejaring Puskesmas.

Beberapa materi sebagai penutup pelatihan SIP ini adalah paparan rencana tindak lanjut oleh dr. Kepala Bagian Tata Usaha (drg. Titi Aryati Soenardi, M.Kes) kemudian dilanjutkan dengan penutupan acara oleh Kepala Bagian Tata Usaha.

Kegiatan Sosialisasi Rancangan Pedoman Sistem Informasi Pencatatan dan Pelaporan Jejaring Puskesmas ini diselenggarakan untuk mendapatkan masukan dan saran terkait sistem informasi pencatatan dan pelaporan jejaring Puskesmas khususnya klinik. Hasil pertemuan ini merupakan bahan pelengkap untuk menyusun rancangan pedoman sistem informasi pencatatan dan pelaporan jejaring Puskesmas.

Informasi Terkait Lainnya