PUSAT DATA DAN INFORMASI

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

 

1. Layanan Jaringan

Koneksi jaringan komputer baik publik maupun privat (private network) yang berbasis protokol TCP/IP.

 

2. Layanan Collocation

Layanan penitipan tempat untuk meletakan server yang dipergunakan untuk hosting

 

3. Layanan Hosting

Jasa internet untuk membuat halaman website yang telah dibuat menjadi online dan bisa diakses publik.

 

4. Video Conference

Layanan telekomunikasi interaktif melalui audio dan video

 
Kumpulan data infografis yang dibuat oleh Pusat Data dan Informasi, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

Untuk Mengkoordinasi dan Sinkronisasi Perencanaan dan Penyelenggaraan Sistem Informasi Kesehatan Nas

Dipublikasikan Pada : TUE, 28 FEB 2017, Dibaca : 131 Kali
Jakarta, 26 Maret 2017
Rapat Konsolidasi Teknis Sistem Informasi Kesehatan (Rakontek SIK) II 2017 diselenggarakan oleh Pusat Data dan Informasi di Hotel Novotel Bali Ngurah Rai Airport, Jl. Raya Ngurah Rai, Kuta Provinsi Bali pada tanggal 8 11 Februari 2017. Pertemuan tersebut dihadiri oleh pejabat dan pengelola sistem informasi kesehatan antara lain: 14 orang pengelola data/SIK dinas kesehatan provinsi, 78 orang pengelola data/SIK dinas kesehatan kabupaten/kota, 11 orang perwakilan unit utama di lingkungan Kemenkes, dan 28 orang peserta dari Pusdatin.

Rakontek SIK ini dimaksudkan untuk koordinasi dan sinkronisasi serta harmonisasi perencanaan dan penyelenggaraan sistem informasi kesehatan baik dengan lintas unit utama maupun daerah. Sedangkan tujuan khusus diadakan Rakontek SIK ini antara lain : menyosialisasikan beberapa kebijakan dan regulasi dalam pengembangan sistem informasi yang akan digunakan sebagai acuan bagi daerah dalam melaksanakan program di daerah, mengupdate ilmu pengetahuan petugas SIK, sharing pengalaman antar daerah, menghimpun data kesehatan dari daerah, mengidentifikasi permasalahan dalam penyelenggaraan Sistem Informasi Kesehatan, dan mendapatkan masukan dari daerah dalam upaya penyelenggaraan Sistem Informasi Kesehatan.

Alasan Rakontek ini diadakan salah satunya adalah karena sistem Informasi Kesehatan Indonesia saat ini masih jauh dari kondisi ideal. Berbagai masalah masih dihadapi dalam pengelolaan sistem informasi kesehatan seperti kegiatan pengelolahan data dan informasi yang belum terintegrasi dan terkoordinasi dalam satu mekanisme yang bagus, adanya overlapping dalam pengumpulandan pengolahan data kesehatan, dan masih adanya pengumpulan data yang dilakukan berulang oleh unit-unit berbeda sehingga bukan tidak mungkin terjadinya duplikasi kegiatan dan duplikasi data.

Seperti yang dikatakan Kepala Pusat Data dan Informasi, Didik Budijanto, pada saat pembukaan Rakontek SIK II di Bali tanggal 9 Februari 2017 bahwa hasil asessment HMN 2007-2012-2016 secara umum meningkat, dan paling lemah adalah manajemen data dan sumber data untuk tingkat nasional. Untuk saat ini 3 masalah utama yang dihadapi antara lain, fragmentasi berbagai sistem informasi, bagaimana integrasi-aliran data, pemanfaatan satu data. Maka fokus penguatan SIK saat ini adalah: penataan data transaksi, optimalisasi aliran data dan bank data, pemanfaatan data menjadi suatu kebijakan.

Sedangkan menurut Kepala Bidang Pengembangan Sistem dan Informasi, Yudianto, Fokus strategi langkah penguatan SIK antara lain: penataan data transaksi di fasilitas pelayanan kesehatan, optimalisasi aliran dan integrasi data, serta penggunaan data dan informasi, contoh salah satunya adalah : implementasi DHIS 2 dalam penguatan SIK, penguatan SIK dan e-kesehatan 2015-2019: RPJMN, serta peta jalan, dan Renstra.

Selain paparan dari Didik Budijanto tentang Kebijakan SIK Terintegrasi dan paparan Yudianto tentang Integrasi Sistem Informasi Kesehatan, ada pula paparan dari Boga Hardhana selaku Kepala Bidang Teknologi dan Informasi tentang Penerapan SIKDA Generik Modul Puskesmas dan Keamanan Informasi di Era Cyber. Paparan yang lain yang disampaikan pada acara Rakontek tersebut antara lain: Program Indonesia Sehat Dengan Pendekatan Keluarga oleh Rudy Kurniawan, Implementasi Aplikasi Keluarga Sehat (KS) disampaikan oleh Ika Kurniasih, materi Penyelenggaraan Data Prioritas di Provinsi Kaltim oleh wakil dari Provinsi Kaltim dan materi Penyelenggaraan SIKDA di Provinsi NTB disampaikan oleh wakil dari Provinsi NTB.

Acara Rakontek II di Bali ini ditutup oleh 2 paparan antara lain dari Agustin Setyarini yaitu tentang Feedback dan Progress Kegiatan Pengelolaan Data dan Informasi dan Diskusi Umum yang dipandu oleh Zulfi.

Hasil yang didapat dari acara Rakontek Bali antara lain yaitu: terkumpulnya data-data, (data kesehatan prioritas tahun 2016, data profil kesehatan provinsi dan kabupaten/kota tahun 2014, 2015, data SPM bidang kesehatan tahun 2016, data dasar puskesmas tahun 2016, isian kuesioner SIK, dan realisasi dana dekonsentrasi SIK tahun 2016 dan POK dana dekonsentrasi tahun 2017), pembahasan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga, akan ada aturan terkait SI di Puskesmas  (SIP), pendataan KS bersifat total coverage seluruh provinsi dengan substansi pendataan adalah 12 indikator yang mencakup selurh program di Kemenkes.

Selain itu dari acara Rakontek SIK II di Bali ini diidentifikasi berbagai masalah dan perencanaan ke depan yaitu : diperlukan kemampuan daerah dalam mengembangkan program intervensi, dana dekonsentrasi untuk workshop SIP, pengukuran Kapasitas SIK, merupakan representasi nasional, pada tahun 2017 Pusdatin mempersiapkan untuk dapat melakukan pengukuran Kapasitas SIK nasional pada tahun 2018, dan daerah yang membutuhkan banuan Pengadaan Perangkat SIKDA dapat mengajukan DAK dan pengadaannya melalui E-Katalog, serta perlu ditingkatkan anggaran SIK.

Rencana tindak lanjut dari acara Rakontek ke II di Bali ini antara lain: tahun 2017 kabupaten/kota melaksanakan pemetaan keluarga sehat, tahun 2017 kabupaten/kota melaporkan data prioritas minimal keterisian 80% variabel, kabupaten/kota  menyelesaikan profil kesehatan 2017 pada bulan Februari 2018, dan kabupaten/kota menerapkan/mengembangkan sistem informasi kesehatan daerah berbasis elektronik.

Berita ini dipublikasikan oleh Tim Web Pusat Data dan Informasi, Kementerian Kesehatan RI.

Informasi Terkait Lainnya