PUSAT DATA DAN INFORMASI

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

 

1. Layanan Jaringan

Koneksi jaringan komputer baik publik maupun privat (private network) yang berbasis protokol TCP/IP.

 

2. Layanan Collocation

Layanan penitipan tempat untuk meletakan server yang dipergunakan untuk hosting

 

3. Layanan Hosting

Jasa internet untuk membuat halaman website yang telah dibuat menjadi online dan bisa diakses publik.

 

4. Video Conference

Layanan telekomunikasi interaktif melalui audio dan video

 
Kumpulan data infografis yang dibuat oleh Pusat Data dan Informasi, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

Hasil Pendataan Keluarga Sehat dalam Aplikasi Keluarga Sehat

Dipublikasikan Pada : WED, 26 JUL 2017, Dibaca : 25.953 Kali

Pendataan keluarga dalam rangka Program Indonesia Sehat melalui Pendekatan Keluarga telah dilakukan sejak tahun 2016 terutama di 9 provinsi, yaitu Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten dan Sulawesi Selatan. Pada tahun 2017, pendataan keluarga sehat akan dilakukan di seluruh provinsi dengan lokasi fokus (lokus) 2.926 puskesmas. Hasil pendataan dapat dientri pada aplikasi Keluarga Sehat.

Hasil pendataan keluarga yang telah dientri pada aplikasi Keluarga Sehat dapat dilihat pada dashboard status pendataan yang dapat menampilkan jumlah keluarga yang telah terdata dan Indeks Keluarga Sehat (IKS) dirinci dari nasional hingga desa dan kelurahan. Hasil pendataan juga dapat diunduh sehingga dapat diolah dan dianalisis lebih lanjut.

Hasil unduh data dari aplikasi Keluarga Sehat pada tanggal 8 Juni 2017 mendapatkan hasil sebagai berikut.

Jumlah Keluarga Terdata

Sampai dengan tanggal 8 Juni 2017 pukul 9.30 WIB, jumlah keluarga yang terdata di aplikasi Keluarga sehat sebanyak 1.150.764 keluarga yang tersebar di 34 provinsi. Provinsi dengan keluarga terdata terbanyak adalah Jawa Tengah (367.049 keluarga), Jawa Timur (241.512 keluarga) dan Sumatera Utara (154.094 keluarga), seperti dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Gambar 1. Jumlah Keluarga Terdata di Aplikasi Keluarga Sehat Menurut Provinsi

Sumber: Aplikasi Keluarga Sehat, per 8 Juni 2017 pukul 9.30 WIB

Menurut data BPS, rata-rata banyaknya anggota rumah tangga di Indonesia tahun 2015 adalah sebayak 3,90. Jika diasumsikan rata-rata banyaknya anggota rumah tangga di Indonesia tahun 2017 sama dengan tahun 2015, dan estimasi jumlah penduduk Indonesia tahun 2017 sebanyak 261.890.872 orang, maka diperkirakan jumlah rumah tangga di Indonesia tahun 2017 sebanyak 67.151.506 rumah tangga. Dengan demikian baru 1,7% rumah tangga/keluarga yang terdata. Jumlah ini masih sangat kecil untuk bisa menggambarkan kondisi kesehatan keluarga secara nasional. 

Dengan cara penghitungan yang sama, persentase rumah tangga/keluarga terdata menurut provinsi adalah sebagai berikut.

Gambar 2. Persentase Keluarga Terdata di Aplikasi Keluarga Sehat Menurut Provinsi

Sumber: - Aplikasi Keluarga Sehat, per 8 Juni 2017 pukul 9.30 WIB

-www.bps.go.id

-Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/MENKES/ 117/2015 tentang Data Penduduk Sasaran Program Pembangunan Kesehatan Tahun 2015-2019

               

Provinsi dengan persentase keluarga terdata terbesar adalah Sulawesi Selatan (5,34%), Sumatera Utara (4,65%) dan Jawa Tengah (3,96%). Sedangkan terendah adalah Provinsi Maluku (0,00%), Papua (0,01%) dan DI Yogyakarta (0,02%).

Indeks Keluarga Sehat dan Cakupan Indikator Keluarga Sehat

Terdapat 12 indikator utama yang telah ditetapkan untuk menyatakan suatu keluarga sehat atau tidak, yaitu: 

    1. Keluarga mengikuti program Keluarga Berencana (KB)

    2. Ibu melakukan persalinan di fasilitas kesehatan

    3. Bayi mendapat imunisasi dasar lengkap

    4. Bayi mendapat air susu ibu (ASI) eksklusif

    5. Balita mendapatkan pemantauan pertumbuhan

    6. Penderita tuberkulosis paru mendapatkan pengobatan sesuai standar

    7. Penderita hipertensi melakukan pengobatan secara teratur

    8. Penderita gangguan jiwa mendapatkan pengobatan dan tidak ditelantarkan

    9. Anggota keluarga tidak ada yang merokok

    10. Keluarga sudah menjadi anggota Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)

    11. Keluarga mempunyai akses sarana air bersih

    12. Keluarga mempunyai akses atau menggunakan jamban sehat


Berdasarkan indikator tersebut, dilakukan penghitungan Indeks Keluarga Sehat (IKS) dari setiap keluarga.

Contoh, jika di suatu keluarga terdapat semua indikator (12), dan yang memenuhi syarat (dapat dijawab dengan ``Ya``) ada 10 indikator, maka IKS untuk keluarga tersebut adalah 10/12 = 0,83. Jika di suatu keluarga lain terdapat hanya 10 indikator (misalnya karena tidak ada penderita Tuberkulosis Paru dan Penderita Gangguan Jiwa) dan yang memenuhi syarat hanya 6 indikator, maka IKS untuk keluarga tersebut adalah 6/10 = 0,60. Sedangkan jika di keluarga lain lagi terdapat 10 indikator dan yang memenuhi syarat hanya 4 indikator, maka IKS untuk keluarga tersebut adalah 4/10 = 0,400. 

Pengkategorian keluarga menurut IKS adalah sebagai berikut.

    - Keluarga Sehat : IKS di atas 0,800

    - Keluarga Pra Sehat : IKS 0,500 0,800

    - Keluarga Tidak Sehat : IKS kurang dari 0,500

Rekapitulasi IKS keluarga kemudian digunakan untuk menghitung/menetapkan IKS suatu wilayah (desa/kelurahan, kecamatan, dan seterusnya) yang menunjukkan status kesehatan masyarakat wilayah tersebut.

Aplikasi Keluarga Sehat per 8 Juni 2017 baru menghitung IKS dari 570.326 keluarga. Indeks Keluarga Sehat dari 9 provinsi sasaran awal (Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten dan  Sulawesi Selatan) adalah sebagai berikut. 

Gambar 3. Indeks Keluarga Sehat Indonesia dan 9 Provinsi

Sumber: Aplikasi Keluarga Sehat, per 8 Juni 2017 pukul 9.30 WIB

Dari keluarga yang telah terhitung IKS-nya, secara nasional maupun masing-masing provinsi didapatkan IKS kurang dari 0,500 atau kategori keluarga tidak sehat. Secara nasional didapatkan IKS sebesar 0,163 dan provinsi tertinggi adalah DKI Jakarta dengan IKS sebesar 0,323. 

Karena kecilnya cakupan keluarga yang telah terdata dan telah terhitung IKS-nya, maka angka ini belum bisa menggambarkan kondisi Indonesia, masih diperlukan peningkatan cakupan pendataan untuk mendapatkan IKS Indonesia yang sebenarnya.

Sedangkan cakupan masing-masing indikator keluarga sehat secara nasional adalah sebagai berikut. 

Gambar 4. Cakupan Indikator Keluarga Sehat

Sumber: Aplikasi Keluarga Sehat, per 8 Juni 2017 pukul 9.30 WIB

Dari 12 indikator utama keluarga sehat, cakupan tertinggi adalah ``keluarga memiliki akses/menggunakan sarana air bersih dan yang terendah adalah penderita gangguan jiwa berat diobati dan tidak ditelantarkan``. 


 

Informasi Terkait Lainnya