PUSAT DATA DAN INFORMASI

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

 

1. Layanan Jaringan

Koneksi jaringan komputer baik publik maupun privat (private network) yang berbasis protokol TCP/IP.

 

2. Layanan Collocation

Layanan penitipan tempat untuk meletakan server yang dipergunakan untuk hosting

 

3. Layanan Hosting

Jasa internet untuk membuat halaman website yang telah dibuat menjadi online dan bisa diakses publik.

 

4. Video Conference

Layanan telekomunikasi interaktif melalui audio dan video

 
Kumpulan data infografis yang dibuat oleh Pusat Data dan Informasi, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

Workshop District Health Information System Versi 2 (DHIS2)

Dipublikasikan Pada : FRI, 05 JAN 2018, Dibaca : 2.172 Kali

Surabaya, November 2017

Seiring adanya perkembangan yang pesat dalam teknologi informasi dan komunikasi, penerapan e-Government telah menjadi suatu keharusan. Berbagai institusi kesehatan di pusat, provinsi, dan kabupaten/kota telah melakukan inisiatif dalam rangka memperbaiki pelayanan kesehatan dengan membangun sistem informasi kesehatan daerah masing-masing melalui penggunaan aplikasi pengumpul dan pengolah data. Sayangnya, aplikasi-aplikasi tersebut tidak seragam dan banyak yang belum saling terhubung (integrasi) sehingga menimbulkan permasalahan disintegrasi, fragmentasi dan menyimpang dari kebijakan Satu Data yang dicanangkan Presiden. 

District Health Information System Versi 2 (DHIS2) merupakan aplikasi yang dapat menjembatani (bridging) antar sistem-sistem tersebut sehingga dapat menjadi salah satu solusi untuk membangun Sistem Informasi Kesehatan yang mumpuni di suatu kawasan atau negara. District Health Information System Versi 2 (DHIS2) pertama kali dikembangkan oleh Oslo University adalah suatu sistem aplikasi yang terintegrasi untuk membantu para operator, programmer, perencana, dan pengambil kebijakan dengan kemampuan mengumpulkan, menggabungkan, memproses, menganalisis dan menggunakan data dan informasi kesehatan untuk berbagai kebutuhan seperti diseminasi informasi, komunikasi data, pengambilan keputusan dan tindak lanjut, mengontrol kualitas data, menyediakan data dalam bentuk tabel, grafik, dan map, menghitung indikator, target, dan pencapaian, menyediakan umpan balik, keamanan data, dan sebagainya. Konsep kerja DHIS2 adalah mengintegrasikan kelompok dataset esensial dan dataset elektronik lain untuk selanjutnya disatukan ke dalam suatu plaform yang multi-akses dan mudah disebarluaskan. 

DHIS-2 telah dilakukan implementasi di 5 provinsi di Indonesia (masing-masing provinsi 2 kabupaten/kota) dan rencananya akan dilakukan perluasan implementasi setelah mendapatkan best practices implementasi di 5 provinsi uji coba tersebut. Untuk memperkuat dan melakukan koordinasi implementasi DHIS-2 di daerah tersebut diperlukan suatu workshop untuk meng-update perkembangan DHIS-2 dan transfer knowledge implementasi di masing-masing daerah terutama kendala dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

Pusat Data dan Informasi bekerja sama dengan Forum Informatika Kesehatan Indonesia (FIKI), Universitas Airlangga, Global Fund (GF) dan World Health Organization (WHO) menyelenggarakan Workshop District Health Information System Versi 2 (DHIS2) di Surabaya, Jawa Timur pada tanggal 5-10 November 2017. Acara terdiri dari 3 bagian, yaitu pre konferensi, konferensi, dan post konferensi. Peserta dalam kegiatan ini terdiri dari Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, konsultan Sistem Informasi Kesehatan (SIK) GF, para akademisi, dan undangan lainnya.

Peserta dari Dinas Kesehatan Provinsi terdiri dari Sumatera Utara, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Maluku, sedangkan dari Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota terdiri dari Deli Serdang, Labuhan Batu, Malang, Tulungagung, Lombok Barat, Lombok Timur, Makasar, Parepare, Ambon, dan  Seram Bagian Barat.


Dalam acara pra konferensi terdapat presentasi poster mengenai pemanfaatan DHIS2 di masing-masing kabupaten/kota yang dilanjutkan dengan tanya jawab, kemudian dilanjutkan dengan paparan dari nara sumber mengenai lesson learned mengenai implementasi DHIS2 di Provinsi NTB. Setelah itu dilanjutkan dengan materi mengenai fitur terbaru dalam DHIS2, Grand Design DHIS2 Implementation in Indonesia, General District Action Plan on DHIS2 Indonesia, Feedback on Next Expansion of DHIS2, Integration Planning with SIKDA Generik, SDMK, SIRS and Other Health Programs.

Acara konferensi diisi dengan berbagai paparan dan diskusi terkait perkembangan Sistem Informasi Kesehatan di Indonesia. Pembicara dalam konferensi antara lain drg. Oscar Primadi, MPH (Biro Komunikasi Publik, Kemenkes), Dr. drh. Didik Budijanto, M.Kes (Pusdatin), Mark Landry (WHO), Prof. Jon Braa (Oslo University), Dr. Supriyantoro, dr.,Sp.P.,MARS (Indo Health Care Forum), UNICEF, TN2PK, BPS, BNPB, Rahmat Mulyana, MT, MBA, CISA,CISM,CGEIT (ISACA), perwakilan dari Universitas Airlangga.

Acara post konferensi bertujuan untuk meningkatkan kualitas data dan informasi, juga komunikasi data antar sistem informasi melalui proses interoperabilitas. Metode integrasi atau connecthathon adalah implementasi proses trial and error tentang bagaimana sistem dapat terhubung berdasarkan standar nasional dan spesifikasi interoperabilitas. Tujuan akhir dari integrasi ini adalah untuk membuktikan bahwa spesifikasi sistem sudah memenuhi standar dan juga untuk membuktikan bahwa sistem informasi yang sudah diimplementasikan sudah dapat terhubung dengan sistem informasi lainnya.

Acara post konferensi terdiri dari presentasi interaktif, diskusi kelompok, diseminasi standar nasional, proses interoperabilitas dan sertifikasi bagi sistem informasi yang lolos proses integrasi. Peserta yang merupakan pengembang sistem informasi dan hadir pada post konferensi antara lain SIKDA Generik (Pusdatin), SIKDA OPTIMA, SIMPUS JOJOK, SISFOMAS, ePuskesmas, SIMPUS DKK Semarang, SIKDADU Purworejo, Simpustronik Ngawi, SIMPUS Malang, dan SIMPUS Kota Yogya.


Informasi Terkait Lainnya