PUSAT DATA DAN INFORMASI

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

 

1. Layanan Jaringan

Koneksi jaringan komputer baik publik maupun privat (private network) yang berbasis protokol TCP/IP.

 

2. Layanan Collocation

Layanan penitipan tempat untuk meletakan server yang dipergunakan untuk hosting

 

3. Layanan Hosting

Jasa internet untuk membuat halaman website yang telah dibuat menjadi online dan bisa diakses publik.

 

4. Video Conference

Layanan telekomunikasi interaktif melalui audio dan video

 
Kumpulan data infografis yang dibuat oleh Pusat Data dan Informasi, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

Pelatihan ToT ASDK Tingkat Provinsi untuk Mengintegrasikan Berbagai Sumber Data

Dipublikasikan Pada : SAT, 14 JUL 2018, Dibaca : 738 Kali
Jakarta, 14 Juli 2018.

Berbagai data kesehatan yang tersedia di berbagai unit di Kementerian Kesehatan dikelola secara vertikal dari fasilitas kesehatan ke tingkat pusat, dan seringkali terisolasi di masing-masing program, seperti KIA, Kesling, Imunisasi, Gizi, TB, HIV/AIDS, Malaria, dan lain sebagainya. Hal ini khas terjadi di negara berkembang termasuk Indonesia. Beberapa di antaranya, seperti TB, HIV/AIDS, dan Malaria telah menggunakan sistem informasi elektronik, baik di tingkat wilayah maupun nasional.

Disintegrasi data kesehatan menyebabkan permasalahan aksesibilitas dan kualitas data. Padahal data digunakan untuk melakukan perencanaan program kesehatan, monitoring dan evaluasi capaian program secara terintegrasi dan berkesinambungan. Sebagai contoh, program TB dengan program HIV/AIDS karena keterkaitan perencanaan, implementasi program, pengawasan, maupun pelaporannya. Contoh lain adalah program KIA dan Imunisasi yang memiliki target populasi yang sama dan datanya dapat saling digunakan untuk memvalidasi pencapaian program satu sama lain.

Kementerian Kesehatan melalui Pusat Data dan Informasi Kesehatan bekerjasama dengan  UGM dan University of Oslo (UiO) melakukan implementasi pilot Aplikasi Satu Data Kesehatan (ASDK) dengan platform DHIS2 (District Health Information System 2) di 10 Kabupaten/Kota di Indonesia. Implementasi ASDK menekankan aspek integrasi sumber data baik di tingkat nasional maupun daerah.

Berbagai sumber data diintegrasikan ke dalam ASDK yang telah terintegrasi dengan sistem informasi vertikal seperti Komdat, SIHA, SITT dan sistem informasi daerah seperti KIA, Imunisasi dan Gizi. ASDK merupakan salah satu sistem informasi elektronik yang diadopsi untuk mendukung penguatan sistem kesehatan nasional. ASDK dapat memfasilitasi pengumpulan, pengolahan, dan analisis data kesehatan. Implementasi integrasi data dan penggunaan data menunjukkan bahwa ASDK menjadi alat bantu bank data kesehatan yang dipakai di semua level organisasi kesehatan seperti Kementrian Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan Puskesmas.

Sebagai langkah konkret setelah penandatanganan komitmen bersama antara pemangku kepentingan di Pusat, di Dinas Kesehatan provinsi, Dinas Kesehatan Kabupaten Kota, dan akademisi dari Center of Excellence (perwakilan beberapa Universitas di Indonesia), diadakanlah pelatihan Training of Trainers (TOT) Tingkat Provinsi oleh Pusdatin di Hotel Santika tanggal 24 - 27 April 2018.

Pelatihan ToT Tingkat provinsi ini diikuti oleh 34 provinsi dengan 2 orang dari masing-masing provinsi, 2 orang dari 6 CoE (12 orang) dan 2 orang dari 20 provinsi (40 orang) dan 6 orang peserta dari Oslo dan WHO. Total semua berjumlah 54 peserta.
Narasumber/trainer adalah tim nasional DHIS2 berjumlah 16 orang terdiri dari: Kapusdatin, Kepala Bidang Pengembangan Sistem dan Informasi, subdit HIV,  subdit TB, subdit malaria, tim Pusdatin, BPSDM, konsultan nasional, UGM, dan dari WHO.

Pelatihan ASDK tingkat provinsi ini juga bertujuan untuk mempersiapkan kapasitas SDM di tingkat Dinas Kesehatan untuk menggunakan ASDK sebagai alat bantu untuk manajemen data, validasi, analisis dan visualisasi data kesehatan untuk mendukung advokasi dan manajemen sistem kesehatan.

Informasi Terkait Lainnya