PUSAT DATA DAN INFORMASI

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

 

1. Layanan Jaringan

Koneksi jaringan komputer baik publik maupun privat (private network) yang berbasis protokol TCP/IP.

 

2. Layanan Collocation

Layanan penitipan tempat untuk meletakan server yang dipergunakan untuk hosting

 

3. Layanan Hosting

Jasa internet untuk membuat halaman website yang telah dibuat menjadi online dan bisa diakses publik.

 

4. Video Conference

Layanan telekomunikasi interaktif melalui audio dan video

 
Kumpulan data infografis yang dibuat oleh Pusat Data dan Informasi, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

Integrasi Data Kesehatan dalam Pelatihan ASDK Tingkat Kabupaten/Kota di Bogor

Dipublikasikan Pada : TUE, 10 JUL 2018, Dibaca : 679 Kali
Jakarta, 10 Juli 2018.

Mengintegrasikan berbagai aplikasi data di tingkat pusat hingga tingkat daerah adalah hal yang tidak mudah. Kementerian Kesehatan, khususnya Pusdatin terus berusaha mengkoordinasikan pengembangan aplikasi di bidang kesehatan, salah satunya adalah dengan melakukan interoperabiltas dua sistem. Dalam hal ini, terdapat program open source yang bernama Aplikasi Satu Data Kesehatan dengan (ASDK) platform District Health Information System 2 (DHIS2) yang dapat dimanfaatkan. ASDK memungkinkan untuk pengumpulan data, mengelola, dan menganalisis data. ASDK juga merupakan sistem yang dapat digunakan melakukan atau mengalirkan data dari dua sistem untuk kemudian keluar dalam satu dashboard penyajian data.

Implementasi ASDK menekankan aspek integrasi sumber data baik di tingkat nasional maupun daerah. Berbagai sumber data diintegrasikan ke dalam ASDK yang  dan menyediakan berbagai fitur untuk manajemen data, validasi, analisis, dan visualisasi data kesehatan.

Teknologi berbasis web ini dapat dipadukan dengan aplikasi mobile yang telah terintegrasi dengan sistem informasi vertikal seperti Komdat, SIHA, SITT dan sistem informasi daerah seperti KIA, Imunisasi dan Gizi. Implementasi integrasi data dan penggunaan data menunjukkan bahwa ASDK menjadi alat bantu bank data kesehatan yang dipakai di semua level organisasi kesehatan seperti Kementerian Kesehatan, dinas kesehatan provinsi, dinas kesehatan kabupaten/kota dan puskesmas. Kemampuan ini menjawab kebutuhan Kemenkes untuk mewujudkan data satu pintu dan dapat diterapkan di semua Dinas Kesehatan di Indonesia.

Pada tahun 2016, DHIS2 mulai diimplementasikan di 5 Provinsi, dimana masing-masing provinsi dipilih 2 kabupaten/kota untuk pelaksanaan implementasi tersebut. Tahun 2018, mulai diimplementasikan ke 10 provinsi dengan 50 kabupaten kota. 24 kabupaten kota di antaranya telah dilatih ASDK tanggal 9 - 14 Juli 2018 lalu di Hotel Grand Savero, Bogor. Dengan sebelumnya telah diadakan Pelatihan ASDK tingkat Provinsi di Hotel Santika, Bogor pada tanggal 24 27 April 2018.

Pelatihan ASDK tingkat kabupaten/kota ini telah mendapat akreditasi dari Pusat Pendidikan dan Pelatihan SDM Kesehatan, Badan PPDMK Kesehatan dengan srtuktur program sebagai berikut: 18 materi yang terdiri dari 3 materi dasar, 13 materi inti, dan 3 materi penunjang dengan total 44 JPL. Pelatihan dengan metode ceramah/presentasi, praktek, penugasan, dan studi kasus.

Materi yang disampaikan pada pelatihan ASDK yang berlangsung selama 6 hari ini di antaranya sebagai berikut: Kebijakan Penguatan Sistem Informasi Kesehatan (SIK), Sejarah Implementasi dan Kondisi Terkini ASDK di Indonesia dan Kaitannya dengan Proyek Catalytic Funding Sistem Informasi Kesehatan, Gambaran Singkat ASDK di Indonesia, Konsep Dasar ASDK, Sumber Data ASDK Indonesia, General Overview, Pivot Table, Visualisasi ASDK, Manajemen Dashboard, Pengenalan Fitur Kualitas Data, Analisis Data, Data Element, dan Strategi Implementasi ASDK di Dinas Kesehatan.

Dengan adanya pelatihan ini diharapkan peserta dari kabupaten/kota mampu memahami strategi integrasi berbagai sumber data kesehatan di level dinas kesehatan dan fasilitas kesehatan serta mampu menggunakan ASDK sebagai alat bantu untuk manajemen data, validasi, analisis dan visualisasi data kesehatan.

Informasi Terkait Lainnya