PUSAT DATA DAN INFORMASI

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

 

1. Layanan Jaringan

Koneksi jaringan komputer baik publik maupun privat (private network) yang berbasis protokol TCP/IP.

 

2. Layanan Collocation

Layanan penitipan tempat untuk meletakan server yang dipergunakan untuk hosting

 

3. Layanan Hosting

Jasa internet untuk membuat halaman website yang telah dibuat menjadi online dan bisa diakses publik.

 

4. Video Conference

Layanan telekomunikasi interaktif melalui audio dan video

 

Pelatihan Integrasi Data Tahun 2014

Dipublikasikan Pada : TUE, 10 JUN 2014, Dibaca : 3.060 Kali

Jakarta, 10 Juni 2014

Data dan informasi merupakan sumber daya yang sangat strategis bagi suatu organisasi yang melaksanakan prinsip-prinsip manajemen modern. Ia digunakan sebagai masukan dalam proses pengambilan keputusan. Di bidang kesehatan, kebutuhan akan data dan informasi yang evidence based sangat besar baik di kabupaten/kota untuk operasionalisasi program, di provinsi untuk penentuan strategi program, maupun di pusat untuk menentukan kebijaksanaan nasional. Kebutuhan data dan informasi kesehatan dapat dipenuhi melalui penyelengaraan sistem informasi kesehatan.

Kondisi saat ini masing-masing program mengembangkan Sistem Informasi karena tidak termanfaatkannya SIMPUS (SP2TP/SP3). Sistem informasi RS dan sistem informasi lainnya terpisah (terfragmentasi). Format pelaporan dan pencatatan tak standar sehingga timbul masalah dalam penggabungan data (belum terintegrasi) hal ini berdampak pada ketersediaan data di Kementerian kesehatan. Oleh karenanya Pusat Data dan Informasi menyusun dataset prioritas yang merupakan kebutuhan informasi di level Pusat (kementerian kesehatan) yang merupakan bagian dari dataset provinsi dan kab/kota. Data prioritas ini dilaporkan melalui Aplikasi Komunikasi Data yang menampilkan 115 (seratus lima belas) variabel yang disajikan dalam 38 dashboard.

Hal tersebut disampaikan dan dilatihkan kepada pengelola SIK dari dinas kesehatan provinsi di Indonesia dan satu orang pengelola SIK dinas kesehatan kabupaten kota dari masing-masing provinsi serta peserta dari unit utama di Kementerian Kesehatan pada Pelatihan Integrasi Data. Pelaksanaan pelatihan tersebut dibagi dua, pelatihan pertama dilaksanakan pada tanggal 20 s/d 23 Mei 2014 di Hotel Sahira Bogor, Jawa Barat dan pelatihan yang kedua dilaksanakan pada tanggal 4 s/d 7 Juni 2014 di Hotel Ibis Bandung Jawa Barat. Kedua pelatihan tersebut diisi oleh Kepala Pusat Data dan Informasi, drg. Oscar Primadi, MPH. Kepala Bidang Pengembangan Sistem Infomasi dan Bank DataBoga Hardhana, S.Si, MM, Kepala Subbidang Pengembangan Sistem Informasi drg. Rudy Kurniawan, M.Kes dan Kepala Subbidang Bank Data Drs. Munaryo, MT.

Peserta pelatihan mendapatkan materi mengenai Kebijakan SIK, konsep integasi data, penjelasan serta penggunaan Aplikasi Komunikasi Data yang akan segera diluncurkan untuk menggantikan Aplikasi Komunikasi Data yang sudah ada sebelumnya. Pelaksanaan kegiatan ini menggunakan metode ceramah, diskusi interaktif dengan narasumber dan praktikum pengoperasian aplikasi.

Sistem informasi yang baik hanya dapat diwujudkan dengan kerjasama dari berbagai pihak. Aplikasi Komunikasi Dara merupakan aplikasi yang diisi oleh pengelola SIK di dinas Kesehatan kabupaten/kota. Oleh karenanya diharapkan seluruh dinas kesehatan kabupaten/kota dapat mengisi Aplikasi Komunikasi Data secara rutin. Dengan data yang lengkap dan akurat serta pencatatan yang cermat akan mewujudkan keputusan yang tepat. Better Information, Better Decision, Better Health demikian yang disampaikan Kepala Pusat Data dan Informasi drg. Oscar Primadi, MPH pada video pengenalan Aplikasi Komunikasi Data yang ditampilkan pada pelatihan tersebut.

Dikarenakan keterbatasan dana diharapkan setelah pelatihan ini Dinas Kesehatan Provinsi dapat melatih pengelola SIK di Dinas Kesehatan Kabupaten/Kotanya.

Berita ini disiarkan oleh pengelola web Pusat Data danInformasi, Pusat Data dan Informasi, Sekretariat Jenderal, Kementerian Kesehatan RI.